Tak seperti biasanya malam tadi sulit pejamkan mata, yg ku lakukan hanya merenung dan terus merenung hingga fajar pun tiba.
Nasib cintaku berada di ujung tanduk, di hempas curiga tak beralasan.
Katamu ku mulai alihkan rasa, katamu ku telah membagi cinta dgn dirinya sahabat baikmu.
Percayalah neng sayaang percayalah dgn janjiku, bahwa tak lama lagi ku siap melamarmu seperti yg tlah ku ucapkan padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar