Selasa, 18 Oktober 2016

INDAHMU MEMAGNET LIDAHKU

Mohon dimaafkan Geuliiis...
bila perkataanku sedikit mengandung rayuan,
habis wajahmu itu Sangat pantas disanjung,
sangat pantas disuka.
Senyummu ibarat kilauan permata,
bibirmu ibarat Mawar sedang mekar sehabis kehujanan.
Sungguh kau indaaah sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar